Integration of SRHR Education in Islamic Boarding Schools: a Study of Islamic Feminism
PDF

Keywords

SRHR
women
Fiqh
Yellow Book

How to Cite

Sa’dan, M. (2015). Integration of SRHR Education in Islamic Boarding Schools: a Study of Islamic Feminism. Jurnal Perempuan, 20(3), 213–221. https://doi.org/10.34309/jp.v20i3.44

Abstract

Some of the Yellow Book (traditional source of Islamic Study) are taught in a traditional boarding school including sexual and reproductive health issues. Such discussion is the realm of the study of jurisprudence. However discussions in the Yellow Book are often gender-bias and less relevant to the women of today who have different sexual and reproductive health problems compared to their grandparents. As a result, many cases of sexual violence and women’s reproductive affecting female students because of lack of knowledge not to say being ”blind” of sexual and reproductive health and rights (SRHR). By using the approach of Islamic epistemology and feminist theological analysis, this paper will attempt to reconstruct the Islamic sciences by integrating the Islamic jurisprudence (fiqh) into the study of gender and social science.
https://doi.org/10.34309/jp.v20i3.44
PDF

References

BKKBN, 2003. Keluarga Berencana, Gender dan Pembangunan Kependudukan, Jakarta.

Herryanto, Model Peningkatan Higiene Sanitasi Pondok Pesantren di Kabupaten Tangerang, http://ekologi.litbang.depkes.go.id diakses tanggal 7/4/2015.

Budisuari, Made Adan Arifin A, 2005. Pengembangan Model Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Model Development Adolescent Reproductive Health, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan,

Vol. 8. No. I.

Mengupayakan Pengintegrasian Kesehatan Reproduksi (Kespro) Dalam Pendidikan Pesantren dan Madrasah, dalam “Kesehatan Reproduksi Dalam Pendidikan Pesantren dan Madrasah”

Majalah Rahima, No.48 th.XV. Maret 2015.

Marhumah, 2009, Gender Dalam Lingkungan Sosial Pesantren: Studi Tentang Peran Kyai dan Nyai Dalam Sosialisasi Gender di Pesantren Al-Munawir dan Pesantren Ali Maksum Krapyak

Yogyakarta, Disertasi tidak diterbitkan.

Zuhairini, 1997, Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara: Jakarta.

Dhofier, Zamakhsyari, 1985, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, LP3ES, Jakarta, hal. 28.

Subahar, Abd Halim, 2002, Pesantren Gender: Konstruksi Baru Basis Pemberdayaan Perempuan, dalam Jurnal Al-Adalah STAIN Jember Vo.5 No.2.

Biadab! Kyai Ponpes Nurul Hidayah Cabuli Santri di Bawah Umur, http://news.detik.com diakses tanggal 07/04/2015.

Sambil Pimpin Istighosah, Kyai di Ambulu Tiap Malam Diduga Setubuhi Santrinya, http://www.prosalinaradio.com diakses tanggal 07/04/2015

Guru Ngaji Cabul, 6 Bulan Perkosa 6 Santri Putri, http://news.okezone.com diakses tanggal 07/04/2015

Kejari Bangil Tahan Kyai Cabuli 7 Santrinya, http://m.beritajatim.com diakses tanggal 07/04/2015.

Persoalan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Pondok Pesantren, http://seperlima.com diakses tanggal 07/04/2015.

Maslahah,Wafiyatu. Pembelajaran Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Pada Pesantren Lewat Kajian Kitab Kuning Dan Poskestren Di Pondok Pesantren Assalam Jambewangi Selopuro

Blitar, Skripsi tidak diterbitkan, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sejarah UM, 2012.

Kesehatan Reproduksi Wanita, www.seksualitas.net diakses tanggal 10/4/2015.

Hak Reproduksi dan Seksual, http://pkbi-diy.info/?page_id=3495 diakses tanggal 10/4/2015 Yayasan Kesehatan Perempuan, Menag Aspirasi Usulan Kurikulum Kesehatan Reproduksi di

Pesantren dan Madrasah. Rabu, 27 Agustus 2014, www.kemenag.go.id

Arivia, Gadis. 2003, Filsafat Berperspektif Feminis, Jakarta: Jurnal Yayasan Perempuan Press, hal. 15.

Qibtiyah, Alimatul. 2006, Paradigma Pendidikan Seksualitas; Perspektif Islam Teori dan Praktik, Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, hal. 12.

Abdullah, M. Amien. 2013, Agama, Ilmu dan Budaya; Paradigma Integrasi-Interkoneksi Keilmuan, pidato pengukuhan keagggotaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Yogyakarta 17 Agustus 2013.

__________________ 2012, Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

All Writen material, unless otherwise stated, is the copyright of Jurnal Perempuan. View expressed in articles and letter are those of the contributors, and not neccasarily those of publisher.

Downloads

Download data is not yet available.