Edisi Jurnal Perempuan kali ini mengusung tema “Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempuan Adat.” Tema tersebut didasari oleh kesadaran bahwa perjuangan perempuan adat tidak hanya mengenai pengakuan hak-hak, tetapi juga melibatkan perebutan otoritas: otoritas untuk mendefinisikan pengetahuan, menentukan arah kehidupan komunitas, menjaga ruang hidup, serta membayangkan masa depan yang berkeadilan bagi generasi mendatang. Dalam berbagai situasi, perempuan adat kerap diperlakukan sebagai objek kebijakan, objek pembangunan, maupun objek perlindungan. Namun, delapan artikel dalam edisi ini justru memperlihatkan hal yang bertolak belakang. Perempuan adat yang memiliki peran sebagai penghasil pengetahuan, pemimpin dalam komunitas, penjaga keberlanjutan kehidupan, serta penggerak berbagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, tidak hanya dikesampingkan, tetapi juga sangat rentan menjadi korban kekerasan. Dalam edisi ini, kami melihat bahwa perempuan adat dan masyarakat adat hanya sebagai bagian kelompok rentan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki otoritas atas kehidupan dan komunitasnya. Oleh sebab itu, dalam edisi kali ini, kami mengajak Anda, para pembaca budiman kami, untuk mendengar bahwa suara perempuan adat tidak hanya berkaitan dengan memperluas representasi, tetapi juga mengenai membuka peluang baru untuk menciptakan masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan setara