Vol. 31 No. 1 (2026): Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempuan Adat
Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempuan Adat

Edisi Jurnal Perempuan kali ini mengusung tema “Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempuan Adat.” Tema tersebut didasari oleh kesadaran bahwa perjuangan perempuan adat tidak hanya mengenai pengakuan hak-hak, tetapi juga melibatkan perebutan otoritas: otoritas untuk mendefinisikan pengetahuan, menentukan arah kehidupan komunitas, menjaga ruang hidup, serta membayangkan masa depan yang berkeadilan bagi generasi mendatang. Dalam berbagai situasi, perempuan adat kerap diperlakukan sebagai objek kebijakan, objek pembangunan, maupun objek perlindungan. Namun, delapan artikel dalam edisi ini justru memperlihatkan hal yang bertolak belakang. Perempuan adat yang memiliki peran sebagai penghasil pengetahuan, pemimpin dalam komunitas, penjaga keberlanjutan kehidupan, serta penggerak berbagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, tidak hanya dikesampingkan, tetapi juga sangat rentan menjadi korban kekerasan. Dalam edisi ini, kami melihat bahwa perempuan adat dan masyarakat adat hanya sebagai bagian kelompok rentan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki otoritas atas kehidupan dan komunitasnya. Oleh sebab itu, dalam edisi kali ini, kami mengajak Anda, para pembaca budiman kami, untuk mendengar bahwa suara perempuan adat tidak hanya berkaitan dengan memperluas representasi, tetapi juga mengenai membuka peluang baru untuk menciptakan masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan setara

Articles

Ani Soetjipto
1-12
“Cengkeraman Ganda”: Kolonialisme Internal, Eksklusi Intim, dan Absensi Subjek Perempuan dalam RUU Masyarakat Hukum Adat
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1330
PDF
Lidwina Inge Nurtjahyo
13-24
Membaca Ulang Aturan, Peran, dan Kekuasaan dalam Masyarakat Adat dari Perspektif Kajian Hukum Feminis
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1333
PDF
Ratih Baiduri, Reh Bungana Beru Perangin Angin
25-38
Kepemimpinan Perempuan Adat dan Implementasi CEDAW GR 39 dalam Advokasi RUU Masyarakat Adat
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1328
PDF
Wiwin Indiarti
39-52
Dapur Ritual Komunitas Masyarakat Adat Osing: Ruang Epistemik Perempuan Adat di Ujung Timur Jawa
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1329
PDF
Maimuna Renhoran
53-66
Hak Perempuan Adat dalam Kehidupan dan Pengetahuan Pesisir: Perspektif Gender pada Perempuan Kei
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1331
PDF
Yayan Hidayat
67-82
Resiliensi, Pengetahuan, dan Kedaulatan Pangan: Studi Peran Perempuan Adat Kasepuhan Citorek di Lebak, Jawa Barat dan Perempuan Adat Dayak Iban di Sungai Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1332
PDF
Fenny Tria Yunita, Dien Vidia Rosa
83-96
Mereposisi Subaltern: Kajian Indigenous Feminism terhadap Resistensi Perempuan Adat atas Perampasan Wilayah
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1338
PDF
Patricia Beata Kurnia, Nada Salsabila, Putri Nurfitriani, Alifia Putri Yudanti
97-110
Represi Negara dan Perlawanan Masyarakat Adat: Sebuah Studi di Bombana, Sulawesi Tenggara dan Dolok Parmonangan dan Sihaporas, Sumatra Utara
https://doi.org/10.34309/jp.v31i1.1344
PDF