Abstract
Cities and women have experienced the most vulnerable condition under the premise of economic development specifically those living in poverty. Women working in informal sectors are portrait of vulnerable family in cities where men as breadwinner sometimes unable to fulfill the financial basis. They then have to take the risks of living in slum areas in a prohibited territorial area that unable providing basic needs such as clean water, good air ventilation, sanitation, air circulation, and public or common room. Accumulation of this migration to cities has transformed cities into the most vulnerable place to live for those having no money—gentrification.References
Alisjahbana. 2005. Sisi Gelap Perkembangan Kota. Yogyakarta: Laksbang Abdullah, Irwan. edt. 2006. Sangkan Paran Gender. Yogyakarta: PPK UGM-Pustaka Pelajar.
Arndt, HW. 1991. Pembangunan Ekonomi Indonesia: Pandangan Seorang Tetangga. Yogyakarta: UGM Press.
Brenner, Suzanne A. 1991. Domesticating The Market: History, Culture and Economy in a Javanes Merchant Community. Berkeley: Cornell Univ Press.
Candraninrum, Dewi. edt. 2013. Ekofeminisme, Dalam Tafsir Agama, Pendidikan, Ekonomi dan Budaya. Yogyakarta: Jalasutra
Evers, Hans Dieter. 2002. Urbanisme di Asia Tenggara: Makna dan Kekuasaan Dalam Ruang-ruang Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Husken, Frans. Mario, Rutten. Dirkse, Jan-Paul. edt. 1997. Indonesia Di Bawah Orde Baru. Jakarta: KITLV-Gramedia
Jellineck, Lea. 1995. Seperti Roda Berputar: Perubahan Sosial Sebuah Kampung Jakarta. LP3ES.
Kota-Kota Dalam Transisi : Tinjauan Sektor Perkotaan Pada Era Desentralisasi di Indonesia. World Bank, 2003.
Knox, Paul. 1982. Urban Social Geography: an Introduction. London: Longman.
Kitagawa, Takayoshi. 1998. Urbanisasi dan Industrialisasi di Indonesia, dalam Shogo Koyano, Pengkajian tentang Urbanisasi di Asia Tenggara. Yogyakarta: UGM press.
Lindblad, J. Thomas. 2002. Fondasi Historis Ekonomi Indonesia : PSSAT UGM-Pustaka Pelajar
Hakim, Lukmanul. 2011. Perkembangan Tenaga Kerja Wanita di Sektor informal: Hasil Analisa dan Proxy Data Sensus Penduduk. Makalah.
Hull, H. Terence. 2006. Masyarakat, Kependudukan dan Kebijakan di Indonesia. Equinox
Laporan Mengenai Tenaga Kerja Muda Di Indonesia, 2004. ILO.
Nas, Peter JM. Edt. 2012. Cities Full of Symbols: A Theory of Urban Space and Culture. Leiden University Press.
Naafs, Suzane. 2012. Youth, Work and Lifestyles in An Indonesian Industrial Town. IISS Rotterdam.
Nazara, Suahasil. 2010. Ekonomi Informal di Indonesia: Ukuran, Komposisi dan Evolusi. ILO
Menyoal Buruh, Mengapa Mereka Diekploitasi ? Jurnal Perempuan, Edisi 56. 2007
Mustopadijaja, AR. Dkk. edt. 2012. Bappenas Dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia. Jakarta: LP3ES
Murray, J. Alison, 1995. Pedagang Jalanan dan Pelacur Jakarta. Jakarta: LP3ES.
Pakta Lapangan Kerja Indonesia 2011-2014. Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2011
Saprati, Ratna. Holzner, Brigite. 1997. Perempuan Kerja Dan Perubahan Sosial. Jakarta: Grafiti
Robinson, Richard. 1986. Indonesia, The Rice of Capital. Canberra: ANU Tiga Pemikiran Industrialisasi, 1986. Prisma LP3ES
Wee, Thee Kian. 1994. Industrialisasi di Indonesia: Beberapa Kajian. LP3ES
Wee, Thee Kian. 2004. Indonesia’s Fisrt Affirmative Policy: The Benteng Program in The 1950s.
Vatikiotis, R.J Michael. 1993. Indonesian Politics under Soeharto: Order Development and Pressure for Change. NY: Routledge.
Wetheim, WF. 1999. Masyarakat Indonesia dalam Transisi : Studi Perubahan Sosial. Tiara Wacana
Zanden, van Jan Luiten-Marks, Daan. 2012. Ekonomi Indonesia 1800-2010: Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan. KITLV-Kompas.
