Keywords
sexual assault
sexual violence
sexual harassment
perpetrator
sexual violence
sexual harassment
perpetrator
All Writen material, unless otherwise stated, is the copyright of Jurnal Perempuan. View expressed in articles and letter are those of the contributors, and not neccasarily those of publisher.
Downloads
Download data is not yet available.
Similar Articles
- Wulandari Tri Wahyuni Suci , Ninik, Abby Gina Boang Manalu, Nada Salsabila, Di Balik Janji Inklusi: Kekerasan, Eksklusi, dan Tanggung Jawab Politik Kolektif terhadap Perempuan Penyandang Disabilitas , Jurnal Perempuan: Vol. 29 No. 3 (2024): Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pembangunan
- Maria Ulfah Anshor, Status of Girls under International Covenants: a Study of Advocacy of Child-Marriage , Jurnal Perempuan: Vol. 20 No. 2 (2015): International Gender Instrument: Beijing +20
- NFN Sargini, NFN Jumiyem, NFN Muryanti, Legalization of Regional Regulation on Domestic Workers in Special Region of Yogyakarta and its Challenge , Jurnal Perempuan: Vol. 22 No. 3 (2017): Local and Migrant Domestic Workers
- Yogi Paramitha Dewi, Hak Atas Kesehatan Seksual Reproduksi bagi Perempuan: Kajian Perbandingan Mengenai Pengaturan Tentang Aborsi di Nepal dan Indonesia , Jurnal Perempuan: Vol. 28 No. 1 (2023): Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi & Keadilan Gender
- Abby Gina Boang Manalu, Asterlita Tirsa Raha, Patricia Kurnia, Faiz Abimanyu Wiguna, Panca Lintang Dyah Paramitha, Kekerasan Negara di Ruang Digital: Feminisme Digital dan Perjuangan OMS Perempuan di Era Kontemporer , Jurnal Perempuan: Vol. 30 No. 2 (2025): Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolektif
- Dewi Candraningrum, Women’s Labors in International Market: Mother’s Love, Agency and Plurality of Activism Politics , Jurnal Perempuan: Vol. 20 No. 2 (2015): International Gender Instrument: Beijing +20
- Khaerul Umam Noer, Dari Ruang Fisik ke Ruang Maya: Hashtag, Gerakan Digital Feminis, dan Ruang Publik Tandingan , Jurnal Perempuan: Vol. 30 No. 2 (2025): Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolektif
- Sri Wiyanti Eddyono, Advokasi Legislasi Hukum yang Berkeadilan Gender oleh Gerakan Perempuan di Indonesia Pasca-Transisi Demokrasi , Jurnal Perempuan: Vol. 30 No. 2 (2025): Membaca Arah Keberlanjutan Feminisme Pasca-Reformasi: Kritik dan Praktik Kolektif
- Lola Loveita, Defining Sexual Violence via Women Survivors’ Experiences , Jurnal Perempuan: Vol. 21 No. 2 (2016): Bill Draft on the Elimination of Sexual Violence
- Anita Dhewy, Nursyahbani Katjasungkana: “International People’s Tribunal 1965, Sexual Violence and Giving Voices to Victims” , Jurnal Perempuan: Vol. 20 No. 3 (2015): SRHR (Sexual & Reproductive Health & Rights) & Climate Change
<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >>
You may also start an advanced similarity search for this article.
