Jurnal Perempuan

Jurnal Perempuan is a quarterly interdisciplinary publication in the English language and Bahasa Indonesia circulating original ideas in gender studies. JP invites critical reflection on the theory and practice of feminism in the social, political, and economic contexts of the Indonesian society. We are committed to exploring gender in its multiple forms and interrelationships.

The journal encourages practical, theoretically sound, and (when relevant) empirically rigorous manuscripts that address real-world implications of the gender gap in Indonesiancontexts. Topics related to feminism can include (but are not limited to): sexuality, LGBT questions, trafficking, ecology, public policy, sustainability and environment, human and labour rights/issues, governance, accountability and transparency, globalisation, as well as ethics, and specific issues related to gender study, such as diversity, poverty, and education.

Announcements

 

Call For Paper: JP 96 Feminism and Love

 

Pengantar Masalah

Cinta termasuk salah satu topik yang sering dibicarakan, bahkan dalam keseharian kita dikelilingi oleh berbagai representasi cinta. Bermacam-macam karya seni dan sastra juga musik, film, sinetron dan iklan menjadikan cinta sebagai tema utama. Cinta sebagaimana kerap dinarasikan dalam kisah-kisah romantis dianggap pada dasarnya tidak dapat didefinisikan, misterius dan berada di luar wacana rasional. Makna cinta hanya dapat diraih secara intuitif, pada tataran perasaan dan tidak dapat dikomunikasikan dengan tepat (Jackson 1999). Karena itu cinta seringkali dipandang sebagai kebutuhan dan hasrat personal yang unik yang kemudian menempatkan cinta dalam wilayah privat. Gagasan tentang cinta semacam ini banyak diyakini oleh masyarakat sehingga hal-hal yang merupakan bagian dari konstruksi sosial dan budaya atas cinta cenderung diterima begitu saja. Sementara sesungguhnya konstruksi sosial dan budaya ikut memengaruhi dan menentukan makna dan definisi cinta. Dapat dikatakan terdapat dua pembacaan dominan atas cinta (Grossi 2014). Di satu sisi cinta dipandang memiliki hubungan erat dengan patriarki dan heteroseksualitas. Hal ini mengingat narasi tentang cinta kebanyakan dikaitkan dengan prokreasi, keluarga, pernikahan dan rumah tangga, juga dengan hubungan monogami dan/atau poligami dan kesetiaan. Dengan demikian bagi perempuan cinta dengan mudah diterjemahkan sebagai menjadi seorang istri atau ibu. Di sisi lain cinta dilihat tidak terikat dengan keharusan dan batasan sosial, sebaliknya ia terkait dengan gagasan tentang kebebasan, persamaan dan agensi. Dengan kata lain cinta dipandang sebagai kekuatan yang mampu mengatasi hambatan sosial yang ada. Oleh karenanya bagi perempuan cinta dianggap dapat membebaskan dan memberdayakan. Kedua pembacaan ini perlu dipahami dalam pembicaraan tentang cinta. 

 

Sementara itu dalam pemikiran feminis, cinta merupakan salah satu isu yang telah dikaji bahkan oleh para pemikir awal mulai dari Simone de Beauvoir dan kemudian diikuti oleh gagasan para feminis yang mengkritik peran cinta dalam melanggengkan hubungan patriarkal diantaranya Shulamith Firestone dan Ti-Grace Atkinson. Dilanjutkan pada era 80-an oleh para feminis yang memandang cinta dengan cara yang lebih produktif diantaranya Luce Irigaray, Julia Kristeva, Audre Lodre dan bell hooks. Mengacu pada Jackson, kritik feminis terhadap cinta terkait dengan gagasan bahwa cinta dipandang sebagai ideologi yang melegitimasi penindasan perempuan dan yang membuat mereka terjebak dalam hubungan heteroseksual yang eksploitatif. Selain itu, cinta juga dipandang membuat perempuan rentan, bukan hanya terhadap eksploitasi tetapi juga tersakiti oleh laki-laki. Para feminis juga melihat cinta romantis (romantic love) secara kritis. Hal ini mengingat cinta romantis merupakan pusat heteroseksualitas dan menjadi penyokong bagi ketidaksetaraan gender dan kekerasan terhadap perempuan. 

 
Posted: 2017-11-21 More...
 

Vol 22, No 4 (2017): Fisherwomen

Open Access Open Access  Restricted Access Subscription or Fee Access

Table of Contents

Preface

Anita Dhewy
PDF
iii

Articles

Andi Misbahul Pratiwi, Abby Gina Boangmanalu
PDF
295-309
Naufaludin Ismail
PDF
311-321
Ma. Linnea Villarosa-Tanchuling
PDF
323-311
Endah Wardhani
PDF
333-344
Yekti Wahyuni
PDF
345-357
Gadis Arivia
PDF
359-368

Interview

Abby Gina Boangmanalu
PDF
369-374

Glossary

Nur Iman Subono
PDF
375-376

Profile

Andi Misbahul Pratiwi
PDF
377-383

Book Review

Naufaludin Ismail
PDF
385-388