Call For Paper: JP107 Perempuan dan Pandemi di Indonesia

TOR JP107
Tenggat 10 Oktober 2020

Perempuan dan Pandemi di Indonesia

Latar Belakang
Covid-19 telah mengguncang dunia, termasuk Indonesia. Berawal dari isu kesehatan global, pandemi ini kemudian juga berdampak terhadap ekonomi, politik, hubungan internasional, kehidupan sosial, termasuk terhadap perempuan dan kelompok rentan atau marginal lainnya. Dampak pandemi terhadap perempuan dan kelompok marginal lainnya memperlihatkan bahwa struktur dan budaya patriarki turut memengaruhi dampak pandemi terhadap kehidupan masyarakat, dan juga memengaruhi bagaimana masyarakat dan pemerintah menghadapi persoalan global ini.
 
Hingga akhir Agustus 2020, angka kematian global yang disebabkan oleh Covid-19 telah mencapai lebih dari 680.000 jiwa, dengan total lebih dari 17.000.000 orang yang tertular oleh virus Corona jenis baru ini. Di Indonesia, hingga bulan September 2020, jumlah kematian telah mencapai lebih dari 8.800 jiwa, dan lebih dari 221.000 orang yang tertular. Covid-19 juga menyebabkan peningkatan pada angka pengangguran. Jumlah pengangguran akibat Covid-19 di Indonesia diprediksi mencapai antara 10,7 hingga 12,7 juta orang pada tahun 2021 (Tirto.id 2020). Pandemi ini telah memaksa semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun keluarga dan individu untuk mengubah seluruh ritme kehidupan.
 
Strategi pembatasan sosial (social distancing) merupakan salah satu strategi kebijakan dalam penanganan pandemi Covid-19 yang diterapkan secara global. Mengikuti negara-negara lain, pada Maret 2020, Pemerintah Indonesia juga menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan warga masyarakat untuk menghentikan berbagai kegiatan di ruang publik, dan mendorong warga untuk melakukan berbagai kegiatan sosial, ekonomi, maupun politik secara berjarak, dari rumah atau secara jarak jauh. Kegiatan-kegiatan di sekolah, perkantoran, pasar-pasar, toko-toko, pusat olahraga, tempat hiburan dan lainnya harus ditutup. Sejak itu maka berbagai kegiatan dilakukan dari jarak jauh, menggunakan sarana daring -- jika memungkinkan, dari rumah atau kediaman masing-masing.
 
Strategi pembatasan sosial tentu membawa konsekuensi dan dampak bagi masyarakat. Pada bulan pertama penerapan kebijakan pembatasan sosial, LBH APIK -- sebuah lembaga bantuan hukum bagi perempuan, telah melaporkan 59 kasus kekerasan dalam rumah tangga (dari tanggal 16 hingga 30 Maret 2020). Kebijakan pembatasan sosial juga mempengaruhi sektor pendidikan, dengan diterapkannya kegiatan belajar mengajar dari rumah selama periode PSBB. Program belajar di rumah berdampak pada 68 juta siswa dan 3,2 juta guru di Indonesia (Santosa 2020). Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan lonjakan harga bahan pokok seperti beras, gula, daging dan lainnya, karena persediaan barang yang kurang dan keterbatasan transportasi (Kompas.com 2020).
 
Pandemi Covid-19 berdampak pada semua orang, namun bagi kelompok perempuan, anak-anak/ anak perempuan, orang dengan disabilitas, dan kelompok marginal lainnya, dampaknya terasa lebih besar. Perbedaan dampak pandemi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda merefleksikan adanya ketimpangan sosial seperti ketimpangan gender, kelas, usia dan relasi sosial lainnya. Pandemi menyebabkan dampak yang lebih besar terhadap kelompok yang termarginalisasi dan/ atau mereka yang berada pada posisi subordinat dalam masyarakat.
 
Peran domestik perempuan untuk mengurus rumah tangga dan kerja-kerja perawatan keluarga dan rumah tangga memengaruhi besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap perempuan. Keluarga atau rumah tangga merupakan unit yang mengalami dampak langsung dari pandemi Covid-19. Maka, dampak pandemi terhadap keluarga telah menyebabkan bertambahnya beban kerja dan tanggung jawab kepada perempuan. Di saat pandemi perempuan harus bertanggungjawab untuk memastikan kegiatan belajar di rumah bagi anak-anak, merawat anggota keluarga yang sakit karena pandemi, mengelola kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, dan di saat yang sama menghadapi kemungkinan menurunnya pemasukan atau kehilangan pekerjaan. Beban kerja domestik selama pandemi juga bertambah bagi perempuan yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT). Tanpa pembagian peran yang adil dalam kerja-kerja domestik, maka perempuan harus menanggung beban kerja domestik lebih besar. Lebih jauh, selama pandemi perempuan juga menghadapi tantangan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan reproduksi.
 
Pandemi Covid-19 juga memukul sektor ekonomi yang banyak dikerjakan oleh perempuan. Sektor ekonomi informal, seperti industri makanan dan kerajinan, rumah makan dan warung-warung makan, salon kecantikan dan panti pijat, juga dihantam oleh pandemi. Tekanan terhadap sektor ekonomi informal ini turut menghantam ketahanan ekonomi perempuan dan keluarga.
 
Sektor lain yang juga banyak dikerjakan oleh perempuan adalah sektor pekerja migran. Akibat pandemi, banyak perempuan pekerja migran yang kehilangan pekerjaan mereka. Pada Juni 2020 terdapat lebih dari 150,000 pekerja migran Indonesia yang dipulangkan (Kata Data 2020). Selain rentan kehilangan pekerjaan, perempuan pekerja migran pun rentan tertular virus saat berada di luar negeri, maupun selama perjalanan kembali ke rumah. Selain itu, meningkatnya jumlah perempuan pekerja migran yang kehilangan pekerjaan juga akan memengaruhi ekonomi keluarga di desa yang hidupnya bergantung dari remitansi.
 
Dampak Pandemi Covid-19 telah diprediksi akan berlangsung selama beberapa tahun. Pentingnya pendekatan gender dalam penanganan Covid-19 telah diakui oleh berbagai pemerintahan dan lembaga internasional. Analisis dan dokumentasi dengan perspektif keadilan gender diperlukan untuk menjawab dampak-dampak yang besar dan khas terhadap perempuan dan kelompok marginal lainnya, termasuk dalam konteks pandemi di Indonesia. Guna memfasilitasi riset dan dokumentasi mengenai pandemi Covid-19 di Indonesia dengan perspektif keadilan gender, Jurnal Perempuan akan menerbitkan Jurnal Perempuan edisi “Perempuan dan Pandemi di Indonesia”. Edisi ini akan mengangkat isu-isu seputar situasi, dampak, dan inisiatif terkait pandemi Covid-19 di Indonesia melalui lensa keadilan gender dan pendekatan feminisme.
 
 
Keterangan Jurnal Perempuan
Jurnal Perempuan merupakan jurnal publikasi ilmiah yang terbit setiap tiga bulan dengan menggunakan sistem peer review (mitra bestari). Jurnal Perempuan mengurai persoalan perempuan dengan telaah teoretis hasil penelitian dengan analisis mendalam dan menghasilkan pengetahuan baru. Perspektif JP mengutamakan analisis gender dan metodologi feminis dengan irisan kajian multi dan interdisipliner.
 
Jurnal Perempuan telah terakreditasi secara nasional dengan peringkat SINTA 2. Semua tulisan yang dimuat di JP107 akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diunggah di website www.indonesianfeministjournal.org.
 
Tenggat Tulisan 
Seluruh tulisan pada 10 Oktober 2020 dikirim melalui:
http://indonesianfeministjournal.org/index.php/IFJ/about/submissions, dengan terlebih dahulu
membuat akun penulis JP. Jika mengalami kesulitan, dapat menghubungi Pemred redaksi@jurnalperempuan.com
 
Pedoman Publikasi Ilmiah Jurnal Perempuan

  • Artikel merupakan hasil kajian dan riset yang orisinal, otentik, asli dan bukan merupakan plagiasi atas karya orang atau institusi lain. Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya.
  • Artikel merupakan hasil penelitian, kajian, gagasan konseptual, aplikasi teori, ide tentang perempuan, LGBT, dan gender sebagai subjek kajian.
  • Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, sejumlah 10-15 halaman (5000-7000 kata), diketik dengan tipe huruf Calibri ukuran 12, Justify, spasi 1, pada kertas ukuran kwarto dan atau layar Word Document.
  •  Sistematika penulisan artikel disusun dengan urutan sebagai berikut: Judul komprehensif dan jelas dengan mengandung kata-kata kunci. Judul dan sub bagian dicetak tebal dan tidak boleh lebih dari 15 kata. Nama ditulis tanpa gelar, institusi, dan alamat email dicantumkan di bawah judul. Abstrak ditulis dalam dua bahasa: Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia secara berurutan dan tidak boleh lebih dari 100-150 kata, disertai 3-5 kata kunci. Pendahuluan bersifat uraian tanpa sub bab yang memuat: latar belakang, rumusan masalah, landasan konseptual, dan metode penelitian. Metode Penelitian berisi cara pengumpulan data, metode analisis data, serta waktu dan tempat jika diperlukan. Pembahasan disajikan dalam sub bab-sub bab dengan penjudulan sesuai dalam kajian teori feminisme dan atau kajian gender seperti menjadi ciri utama JP. Penutup bersifat reflektif atas permasalahan yang dijadikan fokus penelitian/kajian/ temuan dan mengandung nilai perubahan. Daftar Pustaka yang diacu harus tertera di akhir artikel.
  • Catatan-catatan berupa referensi ditulis secara lengkap sebagai catatan tubuh (body note), sedangkan keterangan yang dirasa penting dan informatif yang tidak dapat disederhanakan ditulis sebagai Catatan Akhir (endnote).
  • Penulisan Daftar Pustaka adalah secara alfabetis dan mengacu pada sistem Harvard Style, misalnya (Arivia 2003) untuk satu pengarang, (Arivia & Candraningrum 2003) untuk dua pengarang, (Candraningrum, Dhewy & Pratiwi 2016) untuk tiga pengarang, dan (Arivia et al. 2003) untuk empat atau lebih pengarang. Contoh:
Arivia, G 2003, Filsafat Berperspektif Feminis, Yayasan Jurnal Perempuan, Jakarta.
Amnesty International (AI) 2010, Left Without a Choice: Barriers to Reproductive Health in Indonesia, diakses pada 5 Maret 2016, jam 21.10WIB,http://www2.ohchr.org/english/bodies/cedaw/docs/ngos/AmnestyInternational_for_PSWG_en_Indonesia.pdf
Dhewy, A 2014, “Faces of Female Parliament Candidates in 2014 General Election”, Indonesian Feminist Journal, vol. 2 no. 2, h. 130-147.
“Sukinah Melawan Dunia” 2014, KOMPAS, 18 Desember, diakses 20 Desember 2014, http://nasional.kompas.com/read/2014/12/18/14020061/Sukinah.Melawan.Dunia
  • Kepastian pemuatan diberitahukan oleh Pemimpin Redaksi dan atau Sekretaris Redaksi kepada penulis. Artikel yang tidak dimuat akan dibalas via email dan tidak akan dikembalikan. Penulis yang dimuat kemudian akan mendapatkan dua eksemplar JP cetak.
  • Penulis wajib melakukan revisi artikel sesuai anjuran dan review dari Dewan Redaksi dan Mitra Bestari.
  •  Hak Cipta (Copyright): seluruh materi baik narasi visual dan verbal (tertulis) yang diterbitkan JP merupakan milik JP. Pandangan dalam artikel merupakan perspektif masing-masing penulis.

Kesediaan Anda sangat membantu visi kami memberdayakan perempuan, merawat pengetahuan dan mewujudkan kesetaraan di Indonesia.