Jurnal Perempuan

Jurnal Perempuan is a quarterly interdisciplinary publication in the English language and Bahasa Indonesia circulating original ideas in gender studies. JP invites critical reflection on the theory and practice of feminism in the social, political, and economic contexts of the Indonesian society. We are committed to exploring gender in its multiple forms and interrelationships.

The journal encourages practical, theoretically sound, and (when relevant) empirically rigorous manuscripts that address real-world implications of the gender gap in Indonesiancontexts. Topics related to feminism can include (but are not limited to): sexuality, LGBT questions, trafficking, ecology, public policy, sustainability and environment, human and labour rights/issues, governance, accountability and transparency, globalisation, as well as ethics, and specific issues related to gender study, such as diversity, poverty, and education.

Announcements

 

Call For Paper: Kebangsaan

 

Tujuh puluh tiga tahun sejak proklamasi 1945 dideklarasikan, hari-hari ini kita masih menghadapi problem kebangsaan. Berkembangnya intoleransi dan disintegrasi adalah salah satu contoh. Sementara jika kita menggali ide awal kebangsaan—yang sudah muncul sebelum kemerdekaan—kita dapat menemukan peran dan gagasan penting gerakan perempuan atas ide kebangsaan. Susan Blackburn (2004) mencatat kongres nasional pertama organisasi-organisasi perempuan yang diadakan di Yogyakarta pada Desember 1928 secara jelas mengisyaratkan orientasi nasionalisnya. Pidato yang disampaikan Sitti Soendari salah satu tokoh perempuan di kongres tersebut, tentang “Kewajiban dan Tjita-tjita Poeteri Indonesia” telah membicarakan ide kebangsaan. Ia mengimajinasikan Indonesia sebagai taman bunga yang luas yang berisi berbagai jenis bunga yang terlihat indah ketika bersama. Akan tetapi ide ini berubah ketika Indonesia merdeka dan menjadi negara, dimana negara bukan dianggap sebagai taman bunga melainkan keluarga. Sementara ide tentang keluarga dan negara adalah kumpulan orang yang memiliki pemimpin, sehingga makna kebangsaan kemudian bergeser (Ruth I Rahayu 2017).

 
Posted: 2018-05-24 More...
 

Vol 23, No 2 (2018): Criminal Law and Gender Inequality

Open Access Open Access  Restricted Access Subscription or Fee Access

Table of Contents

Preface

Criminal Law and Gender Inequality
Anita Dhewy
PDF
iii

Articles

Sri Wiyanti Eddyono
PDF
65-76
Lidwina Inge Nurtjahyo
PDF
77-85
Laili Nur Anisah
PDF
87-95
Ajeng Kamaratih Desjardins
PDF
97-106
Mariana Amiruddin
PDF
107-115
Bella Sandiata
PDF
117-127